Gebrakan besar terjadi di dalam dunia industri perfilaman Bollywood. Dengan menggaungnya kesuksesan My Name is Khan ke penjuru dunia ( walaupun saya pribadi belum menontonnya ) fenomenal film anyar Shahrukh Khan ini terasa mampu meruntuhkan gerombolan kaum skeptic akan film-film India. Bila di ingat kembali sebenarnya cukup banyak koleksi Bollywood yang cukup sukses mencuri perhatian. Sebut saja satu di antaranya adalah Kuch-kuch Hota Hai yang saya yakini dapat membangunakan memori anada pada suatu masa. Atau drama seri lawas yang mengangkat kehidupan para dewa-dewi dalam Mahabrata. Dan KKHH adalah film pertama yang saya liat berhasil 'mejeng' di bioskop-bioskop tanah air. Kesusksesan KKHH menelurkan karya-karya Bollyeood lainnya yang cukup mujarab sebagai pelepas dahaga unutk siapa yang haus akan drama dari negri Taj' Mahal bediri. Mohhabatain, Kabhi kushi Kabhi Gham, Koil Mil Gaya, Maan, Kushi dan lain-lain adalah pengikut keberhasilan film India pada masa KKHH booming.
Tidak jauh dari perilisan My Name is Khan, pencinta film dunia dihebohkan oleh cerita persahabatan sejati yang ter-diary dalam 3 idiots. Sepertinya 'gegedig-gegedug' Bollywood sana mulai mengerti akan kemauan atau selera pasar dunia. Terlihat dari peminimalisiran tarian-tarian ataupun nyanyian-nyanyian khas India, karena memang buat saya pribadi, Sing-Dance-sequence yang explicit membuat kesan murahan. Akan tetapi, tidak bisa dipungkiri bahwa karya Bollywood 'susah unutk lepas dari suasana 'musikal negri'.
Zat modernnisasi mulai meracuni otak para kreasi film di sana. Terasa dari sentuhan-sentuhan nada irama yang dipakai untuk menjadikan musikal yang kenyataannya pasti ada dan akan selalu ada dalam sinema Bollywood. Banyak yang menganggap bahwa aura 'dangdut' identik dengan genre musik yang diterapkan dalam lagu India, namun kesan itu seakan runtuh ketika saya dapat menikmati semua bagian la-la-la yang begitu indah dan menyentuh.
3 idiots adalah salah satu contoh dari kesempurnaan penggabungan 'culture' yang tidak bisa dilepaskan ini dengan intri moral yang sangat realita. Mengangkat indealisme-idealisme dalam setiap pertanyaan. Menyusunnya menjadi sebuah naskah brilliant. Dan pengeksekusian yang dinamis berhasil ditangkap oleh Rajkumar Hirani sang sutradara. Amir khan, Mardhavan dan Sharman Joshi serta jajaran cast lainnya mampu meproyeksi jenis karakater dengan sangat akurat dan berhasil mengisi nyawa dalam porsi yang mengenyangkan.
Tidak akan menjadi sebuah kemustahilan bahwa selanjutnya akan bermunculan 3 idiots-3 idiots lainnya dari India. Mengingat bahwa apa yang telah diperoleh My Name is Khan maupun 3 Idiots pada tahun ini bagaikan sebuah cambuk untuk industri Bollywood agar mampu sejajar dengan Hollywood.
