
Untuk sebagian orang, khususnya mereka yang jatuh hati pada cara menikmati film dengan otak sebagai sendok dan garpu, atau mereka yang suka cara memanjakan mata dengan melihat adegan indah, dahsyat, dan ledakan seru, genre Drama Romantic/Comedy sudah pasti bukan pilihan pertama untuk dilihat. Atau mungkin genre ini adalah genre yang bisa memenuhi hasrat mereka dengan menyaksikannya di balik lemari (?)
Ayolah, akui saja jika Rom-Com itu adalah sebuah guilty-pleasure yang kau jadikan sebagai pelarian dari kegalauan kisah cinta yang rumit. Setidaknya, rom-com berupa sajian yang secara empiris, mampu membuat hati anda semua teriris. Paling tidak, anda bisa berucap "GW BANGET!" dengan seemosional itu atau mengumpat dalam hati.
Genre yang satu ini sering disebut "Chic-Flick" di mana label itu memberi batasan gender pada penikmat film. Secara tidak langsung, Drama Romantic/Comedy dicap 'girly' karena kebanyakan cerita di ambil dari point of view perempuan, sehingga kaum maskulin merasa 'enggan' untuk mengambil sajian drama mellow nan flamboyan dari pajangan rak DVD.
"Duuuuuude! Are you kidding me? P.S I Love You, Serendipity, When in Rome, Leap Year, Bridgette Jones, While You Were Sleeping, He's Just Not That Into You? And, what the hell on earth is this? SEX-AND-THE-CITY? Is it porn?___Are seriously serious gonna watch all these stuffs? Get out!!!"
Mungkin, (khususnya lelaki) di sini pernah menerima reaksi seperti itu. Tapi janganlah berkecil hati karena, when it comes to guilty-plesure, it really works pleases you and kills you. Percayalah, genre Drama Romantic/Comedy ini memiliki kandungan vitamin yang tersembunyi dan mampu menyentuh sisi sensitiv kaum adam, dan ketika itu jatuh, tidak hanya menyentuh, tetapi mampu membuatmu diam membisu. Atau, secara tragis kau akan mengeluh pada entah siapa dengan berkata sambil memeluk guling, "If life is movie and movie is life..!". Dan ketika layar kaca memudar dan menjadi hitam, satu kata yang terlontar adalah, "SAMPAH!!!"
Admit it.
Tapi, tunggu dulu, sepertinya stereotype "Chic-Flick" tidak lagi bisa berdiri kokoh untuk Drama Romantic/Comedy, karena dipenghujung tahun 80, Cameron Crowe telah membuat pedoman "Chic-flick" yang menempel di genre ini dipertanyakan. Lewat Say Anything, Crowe memberikan sajian yang baik yang akan membuat pria nyengir melihat pola tingkah laku Lloyd. Drama Romance/Comedy dihamparkan dengan greget yang alami lewat akting menawan dari John Cussack yang masih sangat muda saat itu. Kemudian, still from the delicate hands of Crowe, di tahun 1996, Crowe hadir bersama Tom Cruise dan Renee Zellweger, dalam drama yang sudah pasti film ini sangat membekas sekali di kepala anda.. atau hati anda, apalagi jika mendengar kalimat Tom Cruise, "You complete me!", saya jamin memory pikiran anda akan melakukan pemindaian secara cepat dan mengingat satu film yang sensasional. Yup, Jerry Maguire. Drama Romantic/Comedy yang menuai banyak pujian dan akan selalu mentereng di dalam list anda jika diminta untuk membuat daftar film Drama Romantic/Comedy sepanjang masa, bukan?
Admit it.
Dalam menyampaikan sebuah perasaan, especially, perasaan terdalam untuk lawan jenis, tidak harus selamanya kekeh di atmosfir galau, mellow, dengan iringan musik irama minor, tapi bisa secara gamblang disampaikan dengan cara penuh attitude dan confidence. Formula baru dalam menggarap Drama Romantic/Comedy dilakukan oleh Stephen Frears di tahun 2001 lewat High Fidelity. Berkisah tentang Gordon, pemilik record store yang mengalami pasang surut sebuah hubungan. Lagi-lagi John Cussack yang dipercaya memerankan karekter yang takut untuk kembali membangun sebuah komitmen karena dibayangi oleh kisah cinta yang tidak didampingi oleh peruntungan yang baik. Frears memberikan gambar di mana penonton adalah sudut pandang ke dua. Dan itu bagus untuk lelaki agar tidak perlu merasa sendiri. High Fidelity memberikan gimmick yang tidak membosankan. Bagaimana bisa, film yang memiliki karatek central 'geek music" ini membuat anda menguap terlelap ?. Anda akan dibawa ke masa jaya musik lawas dan saya jamin perasaan nyaman serta betah akan hinggap di sofa. Pada saat film ini usai, cuma satu kata yang keluar....Rocks! Karena anda bukan pria sempurna yang kadang takut untuk berkomitmen and it what makes you save.
Admit it.
Dan film yang satu ini, saya tidak akan bicara panjang lebar, karena akan membawa kembali ke masa perdebatan panjang yang sampai sekarang tak berujung. Sebuah film yang mewakili perasaan hancur, remuk dan terinjaknya seorang pria, dan memberikan citra ganda untuk perempuan yang selalu handal dalam memecundangi pasangannya. Menciptakan dua kubu dengan egoisme masing-masing. Drama Romantic/Comedy yang fenemonal di tahun 2009. Guilty- Pleasure terbesarmu. You better get ready, Dude!
" I love her smile. I love her hair. I love her knees. I love how she licks her lips before she talks. I love her heart-shaped birthmark on her neck. I love it when she sleeps.".
Itu adalah awal dari bencana cinta seorang pria, (500) Days of Summer.
Admit it.
Yah, untuk sebagian orang, khususnya mereka yang jatuh hati pada cara menikmati film dengan otak sebagai sendok dan garpu, atau mereka yang suka cara memanjakan mata dengan melihat adegan indah, dahsyat, dan ledakan seru, genre Drama Romantic/Comedy sudah pasti bukan pilihan pertama untuk dilihat. Atau mungkin genre ini adalah genre yang bisa memenuhi hasrat mereka dengan menyaksikannya di balik lemari (?)
Anda tahu jawabannya.
^,^
posted from Bloggeroid


