Tantangan memerani karakter nyata seorang ibu bernama Cathrerine Collins dilahap tanpa cela oleh Angelina Jolie. Sebuah peran yang kontradiksi dila di bandingakan dengan peran-peran yang biasa ia mainkan layaknya dalam Tomb Raider, Original sin, Wanted, Mr&Mrs.Smith atau satu yang lawas dalam The Bone Collector. Totalitas Jolie dalam besutan sutradara sekaligus aktor jadul Clint Eastwood memang menakjubkan terlihat dari berat badan yang dia turunkan agar terlihat too thin demi sebuah Intregritas dalam dunia akting.
Memukau dalam Gran Torino, Eastwood menghadirkan Changeling dalam paket yang sempurna. Keindahan gambar dalam tehnik cinematography indah terasa ketika film ini dimulai dan berjalan dinamis hinnga sebuah pengharapan menutup cerita tentang intuisi seorang ibu yang kehilangan putra tunggalnya secara misterius. Sebuah keyakinan ibu versus departmen kepolisian dijembati oleh kearifan seorang pendeta menuju ke pengembangan cerita yang mampu mengundang rasa iba dan empati siapa saja yang melihat dan dapat merasakan aura yang diberikan oleh film ini. lalu bercabang menuju ke permukaan yang akan menjawab nurani seorang ibu. Tidak berujung di sittu, true event ini memberikan sebuah pelajaran akan sesuatu yang komplek. Tak ayal jika nurani seorang ibu adalah an invisible power yang tak mampu ditandingi oleh nalar siapa pun sekalipun itu mustahil. Dimana sebuah ketegeran menjadi akar pertahan yang kuat. Rasa cinta yang menggunung adalah magic untuk membangun kesensitifan true event ini menjadi sebuah karya penuh nilai.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar