Seakan bersembunyi dibalik kalimat it's a trick, it's an illusion Neil Burger menyelesaikan misteri yang tidak nampak bagai misteri dengan penuh siasat. Secret revealed The Illusionist tidak dieksekusi dengan begitu jelas. terlihat semu. Bila dibandingkan dengan The Prestige, sajian materi ilusi The Illusionist lebih menawan memang dan cukup artistik. Namun sayangnya storyline The Illusionist lebih condong pada 'dilema' cinta Duchess Von Teschen yang melibatkan sang illusionist sendiri serta tak lepas dengan issue nepotisme dalam dinding-dinding kerajaan. The Prestige (Nolan) lebih bijak dalam menggarap ladangnya menjadi satu sumber nyawa yang utuh dan menjabarkan 'point' dengan pintar. Bertolak belakang dengan Burger yang hanya menyelesaikan pekerjaan rumah tidak sepenuhnya gamblang menjadi sesuatu yang patut dinantikan. Twist terjawab tidak sesuai dengan mindset yang tanpa sengaja telah ia tanamkan dalam atmosfer The Illusionist. Pecinta Edward Norton dijamin tidak akan kecewa menikmati paket akting darinya. Karena terasa sekali bahwa perform yang dia berikan begitu memukau. Progres kualitas mengagumkan begitu nyata mengalir dari setiap tindak-tanduk Norton. Bila ditanya siapa 'superhero' sebenarnya maka orang yang layak mendapat selendang bertulisan ' The One who Save the Day ' selain Ed adalah Paul Giammati. Berperan sebagai Inspector Uhl, Tangan kanan sang Leopold. Pilihan 'bijak' yang ia lakukan berhasil menguak teka-teki dibalik kalimati it's a trick, it's an illusion.
Keeksotisan cinematography yang diframekan adalah bagian modal yang menonjol. Set panggung pertunjukan dibuat begitu sederhana dengan angle kamera menyoroti Norton yang duduk di kursinya yang terbuat dari kayu. Dari sudut itu aura keheningan, magic dan hasrat yang abstrak bertranformasi menjadi luapan emosi yang begitu ril. Sungguh terasa.
anyway, unutk level mind-blowing The Illusionist menberikan clique twist. Jangan berharap akan detail yang kuat dan terjaga di sini. Niat untuk tidak menyuapi penonton dengan pola detail malah berubah menjadi boomerang. Ditambah dengan akhir Happily ever after semakin meruntuhkan cerdasnya struktur naskah menjadi abu yang gampang unutuk dilupakan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar