Kamis, 05 Agustus 2010

An Eduction : Everybory did mistakes anyway

    Kompromi Sang produser Finola Dwyer dan script writer Nick Hornby memasangkan artis sekelas Peter Sarsgaard, Carey Mulligan dan Alfred Molina dalam mini proyek berdasarkan memoir Lynn Barber yang diberi title An Education adalah "taruhan" yang tepat. Lewat sutradara Lone Scherfig rankai karakter-karakter dalam film ini dibangun sangat pas dengan bawaan karisma masing-masing artis. 

    Jenny Mellor adalah seorang siswi cerdas dan berbakat serta memiliki ambisi untuk bisa masuk Oxford. Tekanan bertolak belakang dari ayahnya memberi bumbu manis dalam konflik keluarga. Namun masalah sebenarnya datang dari si Tua keladi David, orang asing yang langsung memberikan kehidupan segar unutk Jenny baik secara Verbal ataupun Inverbal. Rutinitas Jenny berubah begitu drastis. Bentuk perhatian dari guru-gurunya tidak mampu mengalahkan indahnya dunia seni tua Eropa yang dibawa oleh David dan teman-temannya. 

   Tentang proses pendewasaan (coming of age) dan sistematika penemuan jati diri, An Education kurang menggigit. Sempitnya lahan cerita kurang memungkinkan unutk bisa diperluas. Bahkan karena faktor itu pula An Education sangat mudah untuk ditebak akan kemana cerita ini berakhir. Twist tentang siapa David dihadirkan sangat clique. Lain beda dengan Almost Famous yang memang memiliki tema tentang proses pendewasaan dan core of story yang kompleks. Dimana seorang ABG harus menghadapi langsung kehidupan dunia industri musik dengan aspek yang meliputi ; Bands life ( Groupies, sex, drugs, conflicts), job pressure, serta school and family things.

   Kesederhanaan An Education dilapisi oleh bakat akting natural Carey Mulligan. Tidak diragukan lagi jika Oscar memasukan namanya sebagai contender Best Actress bersaing dengan nama senior Meryl Streep dan pemenang Best Actress Sandra Bullock, berkat kerja Mulligan yang cemerlang. 

   Dalam satu setengah jam lebih An Education menyuguhkan pesan tentang sebuah kesalahan manusiawi yang terjadi di kehidupan manusi. Dalam sebuah proses menemukan jati diri atau ketika kita ingin mencapai goal dalam hidup ini, "salah jalan" mungkin adalah cara yang tepat unutk mengingatkan kita pada tujuan kita semula. Dan tidak sedikit pula orang yang pernah masuk pada jalan yang salah berhasil menemukan titik balik hidup mereka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar