Kamis, 05 Agustus 2010

Salt Feels so Good

   Evelyn Salt terjebak dalam hempitan CIA ketika sebuah peng-expose-an jati diri dibongkar secara tak terduga mengrah kepada siapa Evelyn Salt sebenarnya menjadi awal spionase trendy untuk penutup Summer Movie 2010. Konflik politik antara Amerika-Rusia didalangi oleh grup radikal dalam payungan guru besar bernama Vassilly Orlov. 
Dengan cerita tipikal seperti ini, aura trilogy The Bourne terasa terlintas dalam pikiran kita karena Salt dan Bourne setidaknya adalah sebuah genre film yang mengawinkan satu watak peran dengan tekanan issue politic melalui kecanggihan maupun kecerdasan para Secret Agent. 
   Matt Damon yang didapuk unutk memerankan karakter Jason Bourne bermain sangat impressive dan begitu melekat, sama halnya dengan Angelina Jolie yang dipercaya dalam proyek SALT sebagai pilihan terakhir yang tepat ketika pada akhirnya aktor sekelas Tom Cruise tidak bisa ikut serta. Damon maupun Jolie menunjukan performa ruthless dan determined dalam setiap laga mereka. Karisma seperti itu tak ayal begitu gampang dilahap oleh sosok sexy si Angelina Jolie, karena tak dipungkiri bahwa pesona wanita tangguh mustahil untuk dipisahkan dari dirinya. Sehingga membuat perbaduan selaras dalam grafik premis yang tergambar.
   Terlepas dari pengeksekusian karakter, paket Bourne dan SALT berbeda. Keindahan kota-kota negara Eropa disajikan dalam Bourne dengan konsisten hingga terkesan sebagai nilai jual tersendiri dan itu terjadi sampai The Ultimatum yang memuaskan. Tidak beda dengan film kebanyakan , Salt hanya mengeksplor sisi kota New York dan gedung putih saja seperlunya. Bukannya impossible untuk Salt tidak melakukan travel panjang layaknya Bourne karena tampak jelas bahwa misi Salt belum benar-benar berakhir. 

Consider of Jolie's an excellent job, I would not mind if it will be continued. If it does pour me more Salt, please!!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar