
Jambul yang fenomenal dan celana dalam merah yang iconic adalah ciri khas yang melekat pada karakter superhero. Yup, Superman. Pahlawan super yang bisa terbang dan memiliki kekuatan baja tiada duanya. Tapi apa jadinya jika jambul yang fenomenal itu dan celana dalam merah yang iconic hilang? Pertaruhan yang cukup besar tentunya. Semenjak keputusan ini keluar, apa yang dilakukan oleh Zack Snyder memicu berbagai macam protes khususnya dari pihak fanboy. Argument menjadi perdebatan yang seru, menciptakan gegap gempita dan pertanyaan "what is it gonna be?". Melihat nama Christopher Nolan yang duduk di kursi produser, tentunya memancing ekspektasi positif because in Nolan we trust.
13 Juni 2013 adalah tanggal yang telah dinantikan. Di mana ketika harapan akan menjadi nyata dan pertanyaan akan terjawab lewat reboot Superman yang diberi ngaran; Man of Steel. Melihat track record dari dua nama besar itu, Zack Snyder sebagai sutradara sudah berhasil memberikan tontonan kisah kolosal Sparta yang epic dalam 300 dan pengalamannya menyajikan kompleksitas superhero dalam Watchmen layak dipuja. Plus, pengalaman Nolan lewat karya-karyanya sudah tidak perlu dipertanyakan. Dua orang ini memiliki kesamaan, yaitu sama-sama selalu "gelap" dalam mengarahkan nuansa film. Faktor dua sineas hebat ini sudah sepatutnya memiliki kredibilitas yang tinggi sehingga kekecewaan adalah bukan pilihan.
Planet Krypton sedang berada di ambang kehancuran. Di saat yang kacau balau, Lara dan Jor-El melakukan sebuah pilihan yang akan dilakukan oleh setiap orang tua untuk anaknya yang baru lahir agar buah hati mereka memiliki kehidupan yang ideal walau itu harus bertentangan dengan kaum sebangsanya. Intuisi keyakinan itu tergambar dalam line *"What if a child dreamed of becoming something other than what society had intended? What if a child aspired to something greater?"*. Lalu scene berganti setelah Krypton benar-benar hancur. Digambarkan Kal the son of El menajdi seorang nelayan di bumi menyelamatkan orang-orang dalam peristiwa kebakaran. Tidak lama setelah itu, mata kita ditarik ke masa lampau melalui hal-hal krusial yang di alami oleh Clark Kent. Pacing flashback ini adalah pilihan yang tepat sebagai bumbu awal dalam sebuah reboot. Sebagai anak yang berbeda dan untuk membangun aura emosional yang ada dalam diri seorang manusia yang bukan manusia, sehingga kita bisa benar-benar hanyut dalam proses pendewasaan seorang anak yang akan membawa perbedaan. Proses pendewasaan dalam hubungan antara ayah dan anak. Memberikan pengertian untuk sesuatu yang tidak dapat dipahami *"People are afraid of what they didn't understand!"*. Dalam hal mencari asal muasal, pacing flashback ini senantiasa memberikan pelajaran yang berharga.
Hal yang menarik tidak terhenti di situ. Konflik pun berubah, berjalan cepat mengarah pada ide "are we alone in this universe?" dan pertanyaan itu dijawab oleh pesan tiba-tiba Zod yang mana mengundang reaksi dunia akan ketakutan sesuai dengan apa yang dikhawatirkan Jonathan. Clark tentunya akan selalu ingat apa yang telah menjadi keyakinan ayahnya, *" My father believed that if the world found out who I really was, they'd reject me... out of fear. He was convinced that the world wasn't ready. What do you think?"*. Konflik inilah yang lebih menggugah ketimbang ambisi Zod untuk mengubah bumi menjadi Krypton yang baru. Konflik ini adalah pondasi yang kuat untuk sebuah reboot, untuk sebuah awal bagaimana kisah "Alien" ini akan berlanjut membaur bersama umat manusia di tempat yang kita sebut Bumi, dan sebuah awal di mana ketika Alterego ditemukan. Untuk itu, keikutsertaan David S Goyer sebagai penulis dalam project ini patut mendapatkan sebuah credit yang besar karena telah menciptakan cerita yang istimewa.
Henry Cavil is actually quite fit in as Superman. He's so effortless and yeah, who need that Jambul and Kolor Merah when it's not about it, when it's all about the God damn brand new of evolution. Supes is grown up in many level by the direction of Snyder now.
Sebuah reboot yang cemerlang, pondasi yang kuat untuk meneruskan tatanan kisah si manusia baja. Kemudian, apa jadinya jika jambul yang fenomenal itu dan celana dalam merah yang iconic hilang? Maka jawabannya adalah Man of Steel. MARVELOUS!!!
*Djati*
posted from Bloggeroid
Tidak ada komentar:
Posting Komentar