
Ini adalah sebagian yang kau temukan.. There's so much beautiful in life that I can't take it..
THE PORTRAYS
ROYAL
Banyak orang bilang bahwa masa SMA adalah masa yang paling indah dan menyenangkan. Pundak terasa ringan tanpa beban hidup yang harus dipikul. Jika kita membutuhkan uang untuk bersenang-senang, bukan hal yang sulit, hanya cukup mengulurkan tangan-meminta pada orang tua, jika mereka enggan memberi, sejumlah ide cermelang akan muncul untuk menipu mereka dan mereka tidak bisa menolak karena kebohongan berdasarkan urusan sekolah. Mau beli pakaian baru, sepatu ter-update, hingga bersenang-senang dengan teman-teman ke mall menghabiskan semua uang tanpa rasa bersalah. Mengapa tidak? Nikmat bukan? Dan itu benar. Tiada hari bagiku untuk memanjakan diri bersama penjilat-penjilat kecilku.
BIRD.
Orang memang senantiasa membual dan memanipulasi kebenaran dengan mengatakan hal bodoh semacam 'Cinta bersemi di bangku SMA'. Omong kosong. Masa SMA mereka sungguh kemunafikan. Cinta itu hal naif yang pernah kudengar. Yang aku lihat, teman-temanku yang mengalami puberitasnya masing-masing nampak tolol mengagung-agungkan cinta dan perasaan BULLSHIT itu. Hello, kalian belum bisa menghidupi diri sendiri atau sekedar membeli makan siang dari keringat sendiri sudah berani mengumbar "apapun itu, untukmu akan aku beri segalanya". TAI. Mabuk cinta? Bohong. Mereka hanya belum melihat apa itu cinta dan segala kekejaman yang dibawanya. Suatu saat mereka akan menyesal karena telah menghabiskan uang jajan bulanan, 3 bulanan mereka untuk mengajak candle light dinner orang yang di-TAI-kan di Hotel Bintang Lima.
Makan tuh cinta sampai kenyang. Nothing left, sementara ada orang lain yang berjalan dengan senyum merekah di wajahnya, dengan seragam rapi, sneakers mentereng, ringan sambil menikmati cup of juice sendirian di tengah yang sedang ditimpa kegalauan super big size.
DESK BEHIND.
Mata pelajaran. Guru. Murid. Komposisi yang tidak menarik. Terlebih jika sudah menyangkut soal matematika, fisika, biologi, kimia dan semua omong kosong lainnya. Agama, bahasa, kewarganegaraan, apa itu? Tak ada artinya. Yah semuanya omong kosong belaka dan tak berguna ketika hal yang dianggap sangat krusial di kehidupan ini harus disampaikan melalui tangan, mulut, dan postur setan dalam sosok guru yang tidak mencerminkan seorang pahlawan tanpa jasa. Ringan tangan, mengajar seenaknya, mata duitan dan cabul. Apa mereka pantas disebut guru yang selayaknya memberikan sosok panutan yang baik kepada murid? Guru macam itu tidak bisa dipercaya sebagai jembatan masa depan siswa. Buat apa aku harus memakai seragam Putih Abu jika yang kutemui guru macam itu?. Cukup di rumah saja aku merasa mata dan telinga risih.
SOCKS
Hal yang tidak menyenangkan adalah melakukan semuanya sendiri; pergi jajan ke kantin, duduk, ke toilet, hingga ke mall. Rasanya sangat tidak keren bila tidak punya geng di sekolah. Tidak ada yang menjamin reputasi. Maaf yah, aku bukan anak culun seperti mereka yang tidak punya teman. Oh, maksudku tidak ada yang mau berteman. Haha. Menyedihkan.
SMA itu masa di mana kita memiliki teman yang banyak. Teman yang pantas berteman dengan kita tentunya. Jadi, geng itu buat aku penting sekali. Banyak teman artinya reputasimu kuat dan kamu bukan orang biasa oleh karena itu aku selalu memilih teman-teman yang pantas untuk menjadi temanku dan masuk ke dalam kehidupanku. Hari paling malas yang harus aku lalui di sekolah adalah, jika teman-temanku tidak masuk secara bersamaan. Rasanya aku tak nyaman berada di kelas. Tak nyaman harus pergi ke kantin sendiri. Orang seakan melihatku dengan heran dari kejauhan. Tatapan yang tidak penting seakan menelanjanginku. Dan kadang aku terpaksa tidak pergi ke kantin hanya duduk saja di dalam kelas, kesepian di tengah anak-anak yang lain yang sedang berbincang tentang pacar, sepakbola, atau liburan. Ingin rasanya aku mengajak teman sekelasku untuk ke kantin, tapi aku enggan karena aku tidak merasa berteman dengan mereka.
HIGH CLASS.
Terserah mereka mau mengumpat di belakang atau di depanku, aku tidak peduli sama sekali. Ini masalah idealisme. Enak saja mereka yang kerjanya bermalas-malasan harus mendapatkan nilai yang sama denganku yang jelas-jelas aku mendapatkannya dengan kerja keras dan pengorbanan. Aku tidak suka dengan orang yang suka sekali mencontek pekerjaan orang lain. Jika aku memberikan jawaban pada mereka, maka secara tidak langsung aku ambil andil untuk aktivitas pembodohan. Aku tidak suka orang bodoh. Aku senang jika mereka berusaha keras untuk mendapatkan prestasi dan aku tidak suka berada pada peringkat dua. Oleh karena itu aku lebih memilih menghabiskan waktu luang dengan belajar, bila libur sekolah aku pergi les. Apapun yang menyangkut dengan prestasiku agar aku bertahan, aku lakukan. Aku sadar sifatku ini membuatku memiliki sedikit teman. Tak apa, yang jelas temanku jelas. Eksklusif. Berotak dan anti nyontek. Buang umpatanmu, aku tidak peduli. Kesakitanku hanya seseaat namun aku yakin akan ada hasil buatku yang bisa aku banggakan. Ketika saat itu tiba orang tuaku akan tahu kalau aku ada.
VELVET.
Sudahlah, terima saja kenyataan. Faktanya, aku memang tampan, punya gaya keren, dan aku termasuk siswa yang cerdas. Jadi tidak perlu bingung kalau banyak perempuan yang suka dan klepek-klepek. Hey, ladies, jangan salahkan aku kalau-kalau aku tidak bisa setia. Apa yang dilandasi keterpaksaan dan popularitas itu tidak ada yang abadi. Selama kita pacaran, aku tidak merasakan perasaan cinta itu. Sebagai pria keren, tentunya aku butuh memiliki pacar lebih dari satu. Dengan berat hati rasanya, aku tidak perlu meminta maaf untuk menjadi keren.
SLUT.
Berolahraga tentunya penting sekali. Apalagi hal itu menjadi patokan mutlak kejantanan lelaki di sekolah. Jago olahraga, badan jadi atletis dan tentunya popularitas sudah di dalam genggaman. Handal dalam berolahraga, menjadikanku memiliki banyak teman. Teman-teman pria satu team basket khususnya. Pertumbuhanku berkembang dengan baik dan sempurna. Banyak keuntungan jika kita gemar berlatih fisik. Dari semua itu, dengan image atlet sekolah dan bergaul bersama teman-teman atlet lainnya yang macho memberikan dua benefit, orang tidak akan mengira aku gay dan aku bisa melihat betapa seksinya badan teman-teman priaku di ruang ganti. Oh, yah aku punya pacar wanita seperti yang lain. Jika mereka selalu bercerita tentang akhir minggu mereka yang berakhir di ranjang, aku hanya tersenyum dengan alibi aku bukan penganut seks bebas usia dini, sementara otakku bagai pelacur yang ingin menjamahi tubuh teman-temanku ini. Sinting.
CHOCOLATE.
Aku tidak secantik mereka. Wajahku tidak mulus dan putih. Rambutku tak tertata penuh gaya. Model rambut pendek yang gagal. Badanku tidak seideal mereka, Sang Populer. Hidupku pun sepi. Aku tidak punya pacar dan teman-temanku tidak keren. Kadang aku merasa aku tak berarti. Apalagi setelah guru kewarganegaraan sinting itu berhasil mempermalukan aku di depan kelas dengan memanggilku 'Black'. Rasanya aku pingin mati, tapi sebelumnya aku harus memotong guruku ini menjadi tujuh bagian. Orang bijak bilang, percaya diri itu penting. Aku tidak yakin, karena aku sendiri merasa tidak dilahirkan bersama perasaan itu. Aku merasa orang paling jelek bila disejajarkan dengan semua siswa di sekolah. Aku bahkan merasa tidak layak berada dalam foto kelas. Namun aku ingat perkataan temanku, I am who I am. Kalimat itu bisa membuatku hidup sekaligus mati.
posted from Bloggeroid
Tidak ada komentar:
Posting Komentar