Saya adalah termasuk yang tidak bisa mendapatkan amusement dari genre horror. Apalagi jika horror yang terlalu banyak menampilakan penampakan hantu atau creepy creature. Bilang saya penakut, I don't care. Bilang saya ciut, I don't care. Prinsip saya ketika harus merogoh kocek untuk satu buah tiket nonton, seharusnya bisa menjadi investasi yang berguna. Baik secara psikologis, inspirasi, atau hiburan. Bukan yang membuat diri ini sawan, tidak bisa tidur karena dibayang-bayang dengan rasa takut yang tak mendasar. That's useless.
Selain itu, horror sebenarnya bukan hal yang mengejutkan, karena dari beberapa genre horror yang telah saya tonton, genre ini selalu dikemas dalam packaging yang sama. Storytelling yang begitu saja. Pemikiran kita pasti terbawa ke dalam dunia penuh tanya seperti, rasa penasaran tunggal yang akan berujung pada sebuah peristiwa tragis dan gentanyangan. Very surprising enough, isn't it? Haha.
Saya tidak mendiskreditkan horror, karena jika ada perdebatan, maka selera adalah titik akhir dari semua itu.
Di tahun ini, nama James Wan begitu dipuja untuk pencinta horror atau mungkin dicemooh lewat The Conjuring yang sangat fenomenal. Salah satu film terlaris tahun ini. The Conjuring mampu menarik miliar pasang mata dunia untuk pergi ke bioskop. Yang bukan penonton bioskop pun terpancing oleh vibe The Conjuring. Film ini memang memiliki citra rasa yang unik. James Wan menghadirkan unusr kimiawi keseraman yang pekat tanpa tidak perlu terlalu sering menghadirkan sosok "jahat". Hanya butuh satu moment yang tepat untuk memunculkan beberapa hantu dan dia berhasil. Anda dibuat menutup mata di awal hingga misteri rumah tua terkuak dan terkesima melihat eksekusi pengusiran yang begitu prestis. James Wan mampu mengemas horror dari jajanan pasar menjadi jajanan etalase yang mahal.
Mari kita masuk ke dalam mesin waktu fantasi. Kita berjalan mundur ke awal millenium, di mana di sana terlahir karya horror yang diagung-agungkan dan sudah jadi klasik untuk sebagian orang. Jabat tangan M. Night Shyamalan, katakan "Good Job!" untuk The Sixth Sense. Saya tidak perlu membahas bagaimana seramnya film ini, karena mungkin andalah yang lebih berani daripada saya. :(
Tidak lama setelah itu, Nicole Kidman hadir lewat The Others. Sebuah film dengan genre serupa dan dikemas begitu prestis juga. Apanya yang prestis? Keanggunan dan Kharisma character central film ini tentunya. Nicole Kidman berperan epic. Dengan memberikan gesture theaterical seorang ibu yang posesif. Penampilan aktingnya membalut sebuah cerita horror yang berkelas. Audience akan dibawa penasaran in reverse condition that perhaps never imagine before. Mungkin kau akan tercengang mengetahui kenyataan sebenarnya yang menempel pada diri Grace. Pertanyaan itu dijaga dengan sangat apik. Sebelum James Wan, Alejandro Amenabar sudah mengetahui bagaimana menproduksi horror yang seram lewat atmosfir barang-barang tua, kabut, shot, dan karakter. Horror tidak melulu harus mengagetkan. Tidak selamanya harus bermain dengan hantu dan mengekploitir hingga puas.
Di akhir paragraf ini, saya hanya ingin bilang, itulah horror yang saya sukai dan lewat film-film di atas, saya setidaknya bisa menikmati beberapa hal dengan tidak mengesampingkan prinsip menonton. Sounds snobish, but I believe you have your own as well.
^,^
NycDjati
Thank you for your time :D

Selain itu, horror sebenarnya bukan hal yang mengejutkan, karena dari beberapa genre horror yang telah saya tonton, genre ini selalu dikemas dalam packaging yang sama. Storytelling yang begitu saja. Pemikiran kita pasti terbawa ke dalam dunia penuh tanya seperti, rasa penasaran tunggal yang akan berujung pada sebuah peristiwa tragis dan gentanyangan. Very surprising enough, isn't it? Haha.
Saya tidak mendiskreditkan horror, karena jika ada perdebatan, maka selera adalah titik akhir dari semua itu.
Di tahun ini, nama James Wan begitu dipuja untuk pencinta horror atau mungkin dicemooh lewat The Conjuring yang sangat fenomenal. Salah satu film terlaris tahun ini. The Conjuring mampu menarik miliar pasang mata dunia untuk pergi ke bioskop. Yang bukan penonton bioskop pun terpancing oleh vibe The Conjuring. Film ini memang memiliki citra rasa yang unik. James Wan menghadirkan unusr kimiawi keseraman yang pekat tanpa tidak perlu terlalu sering menghadirkan sosok "jahat". Hanya butuh satu moment yang tepat untuk memunculkan beberapa hantu dan dia berhasil. Anda dibuat menutup mata di awal hingga misteri rumah tua terkuak dan terkesima melihat eksekusi pengusiran yang begitu prestis. James Wan mampu mengemas horror dari jajanan pasar menjadi jajanan etalase yang mahal.
Mari kita masuk ke dalam mesin waktu fantasi. Kita berjalan mundur ke awal millenium, di mana di sana terlahir karya horror yang diagung-agungkan dan sudah jadi klasik untuk sebagian orang. Jabat tangan M. Night Shyamalan, katakan "Good Job!" untuk The Sixth Sense. Saya tidak perlu membahas bagaimana seramnya film ini, karena mungkin andalah yang lebih berani daripada saya. :(
Tidak lama setelah itu, Nicole Kidman hadir lewat The Others. Sebuah film dengan genre serupa dan dikemas begitu prestis juga. Apanya yang prestis? Keanggunan dan Kharisma character central film ini tentunya. Nicole Kidman berperan epic. Dengan memberikan gesture theaterical seorang ibu yang posesif. Penampilan aktingnya membalut sebuah cerita horror yang berkelas. Audience akan dibawa penasaran in reverse condition that perhaps never imagine before. Mungkin kau akan tercengang mengetahui kenyataan sebenarnya yang menempel pada diri Grace. Pertanyaan itu dijaga dengan sangat apik. Sebelum James Wan, Alejandro Amenabar sudah mengetahui bagaimana menproduksi horror yang seram lewat atmosfir barang-barang tua, kabut, shot, dan karakter. Horror tidak melulu harus mengagetkan. Tidak selamanya harus bermain dengan hantu dan mengekploitir hingga puas.
Di akhir paragraf ini, saya hanya ingin bilang, itulah horror yang saya sukai dan lewat film-film di atas, saya setidaknya bisa menikmati beberapa hal dengan tidak mengesampingkan prinsip menonton. Sounds snobish, but I believe you have your own as well.
^,^
NycDjati
Thank you for your time :D

posted from Bloggeroid
Tidak ada komentar:
Posting Komentar