"Love conquers all. Every cloud has a silver lining. Faith can move mountains. Love will always find a way. Everything happens for a reason.Where there is life, there is hope"
Sebelum kisah kasus pembunuhan Zodiac difilmkan, kronikel hidup Aileen Wournus terlebih dahulu dipaparkan dalam bentuk gambar bergerak. Seorang pelacur yang terjebak dalam dunia kriminal yang kelam sekaligus mengundang simpati akan kehidupan yang dijalaninya. Dalam film arahan Patty Jenkins yang juga merangkap sebagai penulis film ini, harapan Aileen untuk bisa tampil di dalam film "terwujud".
Perempuan dengan perawakan yang besar, paras sangar, dihiasi dengan hati yang tulus, dan di dalamnya hidup sesuatu yang mengerikan. Sesuatu yang tidak ingin kita jumpai, yang tidak ingin kita ketahui keberadaanya. Satu kata yang mampu menghapus senyuman. Satu kata yang pas untuk menggambarkan Aileen yang kejam, satu kata yang kita kenal dengan Monster.
Jika ada orang yang bilang hidup itu mudah, well, mereka hanya beruntung dan belum melihat bagaimana kerasnya hidup yang dijalani oleh Aileen.
Seperti biasanya, Aileen berdiri di pinggir jalan mencari pria-pria yang haus akan birahi atau sensasi atau... tak puas dengan istri. Malam itu berbeda dengan malam biasanya. Dengan motivasi cintanya pada Shelby, Aileen tidak sabar untuk bisa mendapatkan uang dan pergi memulai hidup lebih baik dengan orang yang ia sayang. Tangan kekarnya itu ia ayunkan untuk mendapatkan pelanggan. Sebuah mobil berhenti di hadapannya. Tanpa banyak bicara Aileen masuk dan duduk di samping pria pemegang kemudi.
Aileen tidak suka berbasa-basi. Dengan cepat dia menawarkan jasa untuk membuat pria itu senang. Malam itu benar tidak seperti malam biasanya. Sang pelanggan meminta Aileen untuk melakukan yang bukan biasanya ia lakukan. Situasi menegang. Kekerasan pun diterima Aileen. Pria penuh nafsu itu menjadi brutal dan meyiksa Aileen hingga lemas, tak berdaya. Di saat itulah, hal yang terkubur di dalam diri Aileen keluar. Untuk pertama kali Aileen menodai tangannya dengan darah segar.
Sebuah gambaran hidup yang sangat sarat dengan pesan sosial dan moral. Masyarakat memang selalu memandang bahwa pelacur adalah pekerjaan yang hina. Dan terkadang mereka tidak peduli dengan latar belakang yang meyebabkan seorang wanita terjerumus dalam dunia kelam itu. Parahnya, ketika seorang pelacur mencoba untuk menjadi benar, kadang kala masyarakat masih tetap tidak bisa menerimanya.
Patty Jenkins dengan sangat mulus berhasil memberikan gambaran betapa kerasnya hidup yang dijalani oleh Aileen. Dialog-dialog yang kasar yang ia tulis berhasil mendeskripsikan sosok Aileen Wournus dengan tepat. Tidak hanya itu saja, Jenkins menampilkan kisah cinta yang tak biasa dan berakhir tragis.
Aileen Wournus berreinkarnasi dalam tubuh semampai dan anggun yang di miliki oleh Charlize Theron. Totalitas Theron dengan kasat mata terlihat. Ia berhasil menaikan berat badannya untuk kembali menghidupkan Sang Monster.
Yang menarik adalah, Theron begitu menyatu dengan karekter ini. Bagaimanapun wanita adalah makhluk yang lembut dan tidak bisa dipisahkan dari predikat feminimnya. Sosok Aileen sangat jauh dari feminin, tapi senyum Theron berhasil memberikan predikat tersebut. Hal ini adalah yang membuat saya merasa, apapun tindakan biadab yang telah ia lakukan, dia tetap seorang wanita. Seorang wanita yang ingin hidup normal. Sungguh penampilan yang luar biasa yang diberikan oleh Theron. Academy telah mengamininya sehingga gelar Best Actress berhasil didapatnya untuk setiap tatapan mata yang tajam ketika dia harus membunuh.
Monster, sebuah biopik kriminal yang akan membuatmu simpatik dan terkesan melihat sebuah pencapaian yang dilakukan oleh Charlize Theron.

Sebelum kisah kasus pembunuhan Zodiac difilmkan, kronikel hidup Aileen Wournus terlebih dahulu dipaparkan dalam bentuk gambar bergerak. Seorang pelacur yang terjebak dalam dunia kriminal yang kelam sekaligus mengundang simpati akan kehidupan yang dijalaninya. Dalam film arahan Patty Jenkins yang juga merangkap sebagai penulis film ini, harapan Aileen untuk bisa tampil di dalam film "terwujud".
Perempuan dengan perawakan yang besar, paras sangar, dihiasi dengan hati yang tulus, dan di dalamnya hidup sesuatu yang mengerikan. Sesuatu yang tidak ingin kita jumpai, yang tidak ingin kita ketahui keberadaanya. Satu kata yang mampu menghapus senyuman. Satu kata yang pas untuk menggambarkan Aileen yang kejam, satu kata yang kita kenal dengan Monster.
Jika ada orang yang bilang hidup itu mudah, well, mereka hanya beruntung dan belum melihat bagaimana kerasnya hidup yang dijalani oleh Aileen.
Seperti biasanya, Aileen berdiri di pinggir jalan mencari pria-pria yang haus akan birahi atau sensasi atau... tak puas dengan istri. Malam itu berbeda dengan malam biasanya. Dengan motivasi cintanya pada Shelby, Aileen tidak sabar untuk bisa mendapatkan uang dan pergi memulai hidup lebih baik dengan orang yang ia sayang. Tangan kekarnya itu ia ayunkan untuk mendapatkan pelanggan. Sebuah mobil berhenti di hadapannya. Tanpa banyak bicara Aileen masuk dan duduk di samping pria pemegang kemudi.
Aileen tidak suka berbasa-basi. Dengan cepat dia menawarkan jasa untuk membuat pria itu senang. Malam itu benar tidak seperti malam biasanya. Sang pelanggan meminta Aileen untuk melakukan yang bukan biasanya ia lakukan. Situasi menegang. Kekerasan pun diterima Aileen. Pria penuh nafsu itu menjadi brutal dan meyiksa Aileen hingga lemas, tak berdaya. Di saat itulah, hal yang terkubur di dalam diri Aileen keluar. Untuk pertama kali Aileen menodai tangannya dengan darah segar.
Sebuah gambaran hidup yang sangat sarat dengan pesan sosial dan moral. Masyarakat memang selalu memandang bahwa pelacur adalah pekerjaan yang hina. Dan terkadang mereka tidak peduli dengan latar belakang yang meyebabkan seorang wanita terjerumus dalam dunia kelam itu. Parahnya, ketika seorang pelacur mencoba untuk menjadi benar, kadang kala masyarakat masih tetap tidak bisa menerimanya.
Patty Jenkins dengan sangat mulus berhasil memberikan gambaran betapa kerasnya hidup yang dijalani oleh Aileen. Dialog-dialog yang kasar yang ia tulis berhasil mendeskripsikan sosok Aileen Wournus dengan tepat. Tidak hanya itu saja, Jenkins menampilkan kisah cinta yang tak biasa dan berakhir tragis.
Aileen Wournus berreinkarnasi dalam tubuh semampai dan anggun yang di miliki oleh Charlize Theron. Totalitas Theron dengan kasat mata terlihat. Ia berhasil menaikan berat badannya untuk kembali menghidupkan Sang Monster.
Yang menarik adalah, Theron begitu menyatu dengan karekter ini. Bagaimanapun wanita adalah makhluk yang lembut dan tidak bisa dipisahkan dari predikat feminimnya. Sosok Aileen sangat jauh dari feminin, tapi senyum Theron berhasil memberikan predikat tersebut. Hal ini adalah yang membuat saya merasa, apapun tindakan biadab yang telah ia lakukan, dia tetap seorang wanita. Seorang wanita yang ingin hidup normal. Sungguh penampilan yang luar biasa yang diberikan oleh Theron. Academy telah mengamininya sehingga gelar Best Actress berhasil didapatnya untuk setiap tatapan mata yang tajam ketika dia harus membunuh.
Monster, sebuah biopik kriminal yang akan membuatmu simpatik dan terkesan melihat sebuah pencapaian yang dilakukan oleh Charlize Theron.

posted from Bloggeroid
Tidak ada komentar:
Posting Komentar